Kamis, 01 Juli 2010

RUANG LINGKUP DAN POKOK BAHASAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

RUANG LINGKUP DAN POKOK BAHASAN
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM


A. Pendahuluan
Banyak orang termenung pada suatu waktu. Kadang-kadang karena ada kejadian yang membingungkan dan kadang-kadang hanya karena ingin tahu, dan berfikir sungguh-sungguh tentang soal-soal yang pokok. Apakah kehidupan itu, dan mengapa aku berada disini? Mengapa ada sesuatu? Apakah kedudukan kehidupan dalam alam yang besar ini ? Apakah alam itu bersahabat atau bermusuhan ? apakah yang terjadi itu telah terjadi secara kebetulan ? atau karena mekanisme, atau karena ada rencana, ataukah ada maksud dan fikiran didalam benda . Semua soal tadi adalah falsafi, usaha untuk mendapatkan jawaban atau pemecahan terhadapnya telah menimbulkan teori-teori dan sistem pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme. Oleh karena itu filsafat dimulai oleh rasa heran, bertanya dan memikir tentang asumsi-asumsi kita yang fundamental (mendasar), maka kita perlukan untuk meneliti bagaimana filsafat itu menjawabnya.
Ruang lingkup filsafat pendidikan Islam mengandung indikasi bahwa filsafat pendidikan Islam telah diakui sebagai sebuah disiplin ilmu. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa sumber bacaan, khususnya buku yang menginformasikan hasil penelitian tentang filsafat pendidikan Islam. Sebagai sebuah disiplin ilmu, mau tidak mau filsafat pendidikan Islam harus menunjukkan dengan jelas mengenai bidang kajiannya atau cakupan pembahasannya. Muzayyin Arifin menyatakan bahwa mempelajari filsafat pendidikan Islam berarti memasuki arena pemikiran yang mendasar, sistematik, logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, yang tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan.
Pendapat ini memberi petunjuk bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja ruang lingkup filsafat pendidikan Islam ?
2. Apa pokok bahasan filsafat pendidikan Islam ?
Dari beberapa masalah diatas, yang akan diangkat dalam makalah ini adalah dengan ruang lingkup dan pokok bahasannya, sejauh mana keterlibatan filsafat pendidikan islam dalam pendidikan?.

C. Pembahasan
Masalah pendidikan adalah merupakan masalah hidup dan kehidupan manusia. Proses pendidikan berada dan berkembang bersama proses perkembangan hidup dan kehidupan manusia, bahkan pada hakikatnya keduanya adalah proses yang satu. Dengan pengertian pendidikan yang luas, berarti bahwa masalah kependidikan pun mempunyai ruang lingkup yang luas pula, yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia.
Sebagaimana telah disampaikan dalam pendahuluan bahwa ruang lingkup filsafat Pendidikan Islam adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan.
Sementara cakupan dan pokok bahasannya adalah sebuah pemikiran secara mendasar, sistematik, logis, dan menyeluruh (universal) tentang pendidikan, yang tidak hanya dilatarbelakangi oleh pengetahuan agama Islam saja, melainkan menuntut kita untuk mempelajari ilmu-ilmu lain yang relevan.
Dari konsep diatas, secara sederhana penulis mengambil satu kesimpulan sementara bahwa ruang lingkup dan pokok bahasan filsafat pendidikan islam adalah sebuah pemikiran yang mendasar, sistematis, logis dan universal terhadap masalah masalah yang ada dalam kegiatan pendidikan yang dilatarbelakangi dengan beberapa disiplin ilmu yang relevan dengan masalah yang sedang dihadapi.
Sebelum membahas keterlibatan filsafat pendidikan islam dalam pendidikan, tentunya kita akan mengulas terlebih dahulu hubungan antara analisis filsafat dan teori pendidikan.
Bagaimanapun luas sempitnya pengertian pendidikan, namun masalah pendidikan adalah merupakan masalah yang berhubungan langsung dengan hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan merupakan usaha dari manusia dewasa yang telah sadar akan kemanusiannya, dalam membimbing, melatih,mengajar dan menanamkan nilai-nilai serta dasar-dasar pandangan hidup kepada generasi muda, agar nantinya menjadi manusia yang sadar dan bertanggung jawab akan tugas-tugas hidupnya sebagai manusia, sesuai dengan sifat hakikat dan ciri-ciri kemanusianya Dan pendidikan formal disekolah hanya bagian kecil saja daripadanya. Tetapi merupakan inti dan bisa lepas kaitannya dengan proses pendidikan secara keseluruhannya. Dengan pengertian pendidikan yang luas, berarti bahwa masalah kependidikanpun mempunyai ruang lingkup yang luas pula.yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. Memang diantara permasalahan kependidikan tersebut terdapat masalah pendidikan yang sederhana yang menyangkut praktek dan pelaksanaan sehari-hari, tetapi banyak pula diantaranya yang menyangkut masalah yang bersipat mendasar dan mendalam, sehingga sehingga memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dalam memecahkannya. Bahkan pendidikan juga menghadapi persoalan-persoalan yang tidak mungkin terjawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata, tetapi memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam, yaitu analisa filsafat.

Berikut ini akan dikemukakan bebarapa masalah kependidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya,antara lain: (1) Masalah kependidikan pertama dan yang mendasar adalah tentang apakah hakikat pendidikan itu?. Mengapa pendidikan itu harus ada pada manusia dan merupakan hakikat hidup manusia itu?. Dan bagaimana hubungan antara pendidikan dengan hidup dan kehidupan manusia?.
Keterangan diatas penulis memberikan gambaran secara umum bagaimana keterlibatan filsafat pendidikan islam dalam hal ini.
Hakikat pendidikan Islam adalah:
a) Pendidikan didasarkan pada konsep penciptaan manusia yang memiliki fitrah hanifah.
b) Pendidikan bertujuan membantu pertumbuhan yang seimbang dari keseluruhan kepribadian.
c) Tujuan akhir pendidikan adalah merealisasikan kepasrahan yang total dan utuh kepada Allah SWT, baik pada tingkat individual, komunal maupun ummat.
Secara langsung filsafat akan andil sebagai pencari jawaban yang masuk akal dan mendasar sampai mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan penciptaan manusia,
Manusia tidak hanya berada di dunia, tetapi juga berinteraksi dengan dunia di mana ia berada. Di dalam situasi keberadaannya tersebut, manusia harus memiliki kesadaran kritis yang diarahkan pada realitas sehingga terjadi suatu interaksi ketika manusia menanyai, menguji dan menjelajahi realitas tersebut.

fitrah manusia, pertumbuhan dan perkembangan individu, serta tujuan setiap individu dalam pendidikan. (2) Apakah pendidikan itu berguna untuk membawa kepribadian manusia?, apakah potensi hereditas yang menentukan kepribadian manusia itu?, ataukah faktor–faktor yang berasal dari luar/ lingkungan dan pendidikan?. Mengapa anak yang mempunyai potensi hereditas yang baik pula tidak mencapai kepribadian yang diharapkan?: dan kenapa pula anak yang mempunyai potensi hereditas yang tidak baik, walaupun mendapatkan pendidikan dan lingkungan yang baik, tetap tidak berkembang?.
Berbicara mengenai hereditas, Filsuf Yunani mempunyai bermacam-macam ide tentang hereditas. Theophrastus mengajukan bahwa bunga jantan membuat bunga betina menjadi matang, Hiprokrates menduga bahwa "benih" diproduksi oleh berbagai anggota tubuh dan di wariskan pada saat pembuahan, Aristoteles bahwa semen pejantan dan betina becampur pada saat pembuahan, sedangkan Aeskhylus, pada tahun 458 SM mengajukan ide bahwa sang pejantan adalah orang tua yang sebenarnya dan betina adalah "perawat dari bayi yang disemai di dalamnya".Bermacam-macam mekanisme hereditas di ajukan tanpa diuji atau dikuantifikasi dengan layak. Mekanisme ini diantaranya pewarisan campuran, dan pewarisan sifat dapatan. Namun demikian, hewan dan tanaman domestik dapat dikembangkan melalui seleksi artifisial. Pewarisan sifat dapatan juga membentuk bagian dari ide evolusi Lamarck , dan seterusnya.
Hal tersebut membuktikan bahwa pembahasan mengenai hereditas jelas melibatkan filsafat yang dalam pembahasannya memasuki arena pemikiran yang logis dan mendasar sebagai referensi ilmu pengetahuan. (3) Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu?. Apakah pendidikan itu untuk individu, atau untuk kepentingan masyarakat?. Apakah pendidikan dipusatkan untuk membina kepribadian manusia ataukah untuk Pembinaan masyarakat.apakah pembinaan manusia itu semata-mata untuk dan demi kehidupan real dan material di dunia ini, ataukah untuk kehidupan kelak diakhirat yang kekal ? (4) Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan itu,dan sampai dimana tanggung jawab tersebut?.Bagaimana hubungan tanggung jawab antar keluarga, masyarakat, dan sekolah terhadap pendidikan?, dan bagaimana tanggung jawab pendidikan tersebut setelah manusia dewasa,dan sebagainya?.
Pada point 3 dan 4 jelas sudah akan keterlibatan filsafat pendidikan Islam. Kalau kita lihat pada apa yang tercantum didalamnya adalah mengenai tujuan pendidikan, pembinaan pribadi dan masyarakat serta tanggungjawab trilogi pendidikan ; keluarga, sekolah dan masyarakat. (5) Apakah hakikat pribadi manusia itu?. Manakah yang lebih utama untuk dididik: akal, perasaan atau kemauannya, pendidikan jasmani atau pendidikan mentalnya, pendidikan skill ataukah intelektualnya ataukah kesemuanya itu?.
Pada point ini, ada pembahasan mengenai hakikat pribadi manusia, akal, perasaan, kemauan, mental, skill dan sebagainya. Kesemuanya itu memerlukan pemikiran filsafat pendidikan islam.
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
(a) makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. (b) individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial. (c) yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya. (d) makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya. (e) individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati (f) suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas (g) makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat. (h) individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial. (6) Apakah isi kurikulum yang relavan dengan pendidikan yang ideal, dalam masyrakat?. (7) Apakah isi kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal?, apakah kurikulum yang mengutamakan pembinaan kepribadian dan sekaligus kecakapan untuk memangku suatu jabatan dalam masyarakat, ataukah kurikulum yang luas dengan konsekuensi yang kurang intensif, ataukah dengan kurikulum yang terbatas tetapi intensif penguasaannya dan bersifat praktis pula?. (8) Bagaimana metode pendidikan yang baik?, apakah sentralisasi, disentralisasi, ataukah otonomi; apakah oleh Negara ataukah oleh swasta, dan sebagainya?. (9) Bagaimana asas penyelenggara pendidikan yang baik, apakah sentralisasi, disentralisasi, ataukah otonomi; apakah oleh negara ataukah oleh swasta, dan sebagainya?.

Masalah-masalah point 6 s.d 9 yang mengenai kurikulum, metode pendidikan, metode pengajaran harus didasarkan pada prinsip-prinsip demokratis yang bertujuan untuk mengenali dan menjawab tantangan sosial yang ada. Asas penyelenggara pendidikan, kesemuanya itu memerlukan pemikiran filsafat pendidikan.
Demikian sebagian dari contoh–contoh problematika pendidikan, yang dalam pemecahannya memerlukan usaha-usaha pemikiran yang mendalam dan sistematis, atau analisa filsafat.

D. Kesimpulan
Ruang lingkup dan pokok bahasan filsafat pendidikan islam adalah adalah masalah-masalah yang terdapat dalam kegiatan pendidikan, seperti masalah tujuan pendidikan, masalah guru, kurikulum, metode, dan lingkungan. Yang tentunya tidak hanya dilatarbelakangi oleh disiplin ilmu pengetahuan dari agama islam saja, melainkan melibatkan seluruh disiplin ilmu yang ada dan relevan dengan itu.
Keterlibatan filsafat pendidikan islam dalam pendidikan sangatlah besar. Bahkan tidak lepas dari pemikiran-pemikiran yang filoshop.yang akan dibahas dengan dan cara mendasar, logis, sistematis dan universal.

















DAFTAR KEPUSTAKAAN

Arifin, Muzayin, Filsafat Pendidikan Islam : Edisi Revisi, (Jakarta : Bumi Aksara, 2005) h. 1-2.
Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan Islam; Edisi Baru (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2005)
Pramudia, wahyu, Veritas :”Jurnal Teologi dan Pelayanan” (Jakarta: 2001) dalam http://www.seabs.ac.id/journal diakses tanggal 10 april 2010.
Sinulingga, Irianto, “ Jurnal Pendidikan Penabur”,(Jakarta: BPK Penabur, 2005) dalam http://cari-pdf.com/download/index.php diakses tanggal 10 April 2010.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com diakses tanggal 09 April 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Theophrastus diakses tgl 10 April 2010
http://dakir.wordpress.com/character-building-guru-pai/ diakses tanggal 10 April 2010
http://www.abunawas.co.tv diakses tanggal 10 April 2010.
http://kutiba.multiply.com/journal/item/6/PENDIDIKAN_ISLAM diakses tanggal 10 April 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles diakses tgl 10 April 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Lamarck diases tgl 10 april 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Lamarck diases tgl 10 april 2010.
http://pakguruonline.pendidikan.net diakses tanggal 10 April 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar