Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 20 Oktober 2010

DEFINISI, RUANG LINGKUP, DAN KEGUNAAN METODE PAI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam pendidikan untuk membentuk insan kamil. Agama islam sebagai bagian dari sejumlah agama didunia, merupakan agama yang mempunyai pandangan hidup bahwa dunia adalah sesuatu yang fana dan permaianan belaka. Manusia beragama akan lebih mementingkan kehidupan akhirat sehingga ia akan menjadikan dunia ini sebagai lapangan kebajikan untuk memperoleh kehidupan yang sempurna di akhirat kelak.

Salah satu jalan untuk mencapai kehidupan kamil ini adalah dengan adanya pendidikan agama, lebih khusus yakni pendidikan agama islam sebagai agama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Namun demikian realitanyamenunjukkan adanya kegagalan pendidikan agama islam di lingkungan kita.

Pendidikan agama islam sebagai bagian dari pendidikan agama islam merupakan salah satu bagian dalam mencapai tujuan pendidikan untuk menjadikan manusia yang kamil. Pendidikan sebagai transfer of knowledge merupakan mata tombak utama dalam menyampaikan ajaran-ajaran yang tertuang dalam al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber utama ajaran agama islam. Dimana dengan adanya pendidikan ini maka ajaran-ajaran agama dapat diwariskan kepada generasi berikutnya dan benar-benar terinternalisasi dalam diri generasi mendatang.

Salah satu alat pendidkan agama islam yakni metode pendidikan agama islam. Yang mana dengan menggunakan metode yang tepat maka ajaran-ajaran agama dapat diserap oleh anak didik dengan sebaik-baiknya. Metode yang tepat akan menentukan efektifitas dan efisiensi pembelajaran. Sebagai seorang calon pendidik agama islam maka kita perlu mengetahui metode-metode dalam pendidikan agama islam. Dengan mengetahui metode-metode tersebut maka kita diharapkan mampu menyampaikan materi-materi ajaran agama islam dengan berbagai variasi sehingga tujuan pendidikan agama islam dapat tercapai dengan lebih mudah.

  1. Rumusan Masalah

1. Apa Pengertian Metode Pendidikan Agama Islam?

2. Apa saja Ruang Lingkup Metode Pendidikan Agama Islam?

3. Apa Kegunaan Metode Pendidikan Agama Islam?

  1. Tujuan Penulisan

1. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang definisi, ruang lingkup dan kegunaan atau fungsi dari metode pendidikan agama islam

2. Mengetahui tentang arti pentingnya metode dalam pendidikan dan khususnya pendidikan agama Islam.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Metode Pendidikan Agama Islam

Sebelum membicarakan lebih jauh tentang metode pendidikan agama islam, maka pada bagian ini kami akan menjelaskan terlebih dahulu tentang pengertian dari metode pendidikan agama islam itu sendiri. Secara etimologi metode berasal dari bahasa Yunani ”methodos”, kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu “metha” yang berarti melalui atau melewati dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.

Secara terminologi metode diartikan sebagai tata cara untuk melakukan sesuatu. [1] Saliman & Sudarsono. Kamus Pendidikan, Pendidikan dan Umum (Jakarta: Rineka Cipta, 1994).lebih dari itu metode didefinisikan sebagai cara kerja atau cara yang teratur dan sistematis untuk melaksanakan sesuatu.[2] Dan hampir sama dengan arti tersebut metode diartikan sebagai cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, dengan menggunakan teknik dan alat-alat tertentu.[3] Sedangkan dalam kamus besar bahasa Indonesia tahun 1988 sebagaimana yang dikutip oleh Erwati Aziz, metode mengandung arti cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.[4]

Pengertian seperti diatas dapat digunakan pada berbagai objek termasuk pendidikan. Sehingga metode pendidikan merupakan cara yang teratur dan terpikir baik-baik yang digunakan untuk memberikan pelajaran kepada anak didik. DR. Nana Sudjana mendefinisikan metode pendidikan sebagai cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pendidikan.[5] Dan ketika dilekatkan dengan agama islam maka definisinya adalah metode tentang pendidikan materi-materi agama islam.

Dari pengertian diatas kami merumuskan pengertian metode pendidikan agama islam adalah sebagai cara kerja yang teratur dan sistematis serta memikirkan semua faktor-faktor yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan agama islam atau untuk menyampaikan materi-materi pendidikan agama islam secara efektif dan efisien.

  1. Ruang Lingkup Metode Pendidikan Agama Islam

Metode pendidikan merupakan salah satu sarana yang amat penting dalam mencapai tujuan pendidikan. E. Mulyasa menuliskan bahwasannya dalam proses interaksi edukasi seorang pendidik atau guru harus mampu memberikan pengalaman yang bervariasi, serta memperhatikan minat dan kemampuan siswa.[6] Masih menurut E, Mulyasa bahwasannya pembelajaran perlu dilakukan dengan sedikit ceramah dan metode-metode yang berpusat pada guru. Senada dengan E. Muyasa, Nana Sudjana menyatakan bahwa proses interaksi edukasi akan berjalan baik jika siswa banyak aktif dibanding dengan guru. Oleh karena itu metode belajar yang baik adalah yang dapat menumbuh kembangkan kegiatan belajar siswa.[7]

Adapun segi-segi atau pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan islam sekaligus menjadi ruang lingkup metode pendidikan agama islam adalah sebagai berikut:

1. Kurikulum, dalam menggunakan metode perlu memperhatikan aspek kurikulum, sebagaimana diketahui kurikulum merupakan jalur yang mesti dijadikan sebagai pedoman dalam penggunaan metode untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

2. Perbuatan mendidik itu sendiri. Maksudnya adalah seluruh kegiatan, tindakan atau perbuatan dan sikap yang dilakukan oleh pendidikan sewaktu menghadapi/mengasuh anak didik. Dapat juga dikatakan sebagai Proses.

3. Anak didik Yaitu merupakan obyek terpenting dalam pendidikan islam

4. Dasar dan tujuan pendidikan islam Yaitu landasan yang menjadi fundament dan sumber dari segala kegiatan pendidikan islam yang dilakukan

5. Pendidik Yaitu subyek yang melakukan pendidikan islam

6. Materi Pendidikan Islam. Yaitu bahan-bahan, atau pengalaman-pengalaman belajar ilmu agama islam

7. Alat-alat pendidikan islamYaitu alat-alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan islam agar tujuan pendidikan islam tersebut lebih berhasil

8. lingkungan sekitar atau millieu pendidikan islamYaitu keadaan-keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan islam

Pendidikan merupakan komponen yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain, karena pada dasarnya pendidikan agama islam merupakan transformasi nilai-nilai islam sebagai substansi dan implikasi dari segala aspek kehidupam. Oleh karena itu, maka dibutuhkan penyesuaian antara masing-masing komponen dengan komponen yang lain, salah satunya adalah metode pendidikan agama Islam.

Menurut Abu Ahmadi, dalam bukunya, “Didaktik dan Metodik” mengatakan, bahwa ruang lingkup Pendidikan Islam Pada lima hal seperti di bawah ini.

1. Perencanaan

Perencanaan (planning) adalah suatu kegiatan kegiatan yang dilakukan sebelum melakukan aktivitas.[8] Menurut Robert Glasar, langkah pertama dalam membuat persiapan mengajar ialah menentukan tujuan pengajaran yang handal di capai pada jam pelajaran yang bersangkutan, langkah kedua ialah menentukan intering bahavior, entering behavior ialah langkah tatkala guru menentukan kondisi siswanya yang mencakup kondisi umum serta kondisi kesiapan kemampuan belajarnya. Langkah ketiga ialah menentukan prosedur (langkah-langkah)mengajar, langkah keempat ialah menentukan cara dan teknik evaluasi. [9]

2. Bahan Pembelajaran

Bahan juga disebut juga dengan materi yaitu, suatu yang diberikan kepada siswa saay berlangsungnya proses belajar mengajar (PBM)

3. Strategi Pembelajaran

Strategi berarti “rencanan yang cermat mengenai kegaiatan untuk mencapai sarana khusus adalah tindakan guru dalam melaksanakan rencana pemelajaran

4. Media Pembelajaran

Media disebut juga dengan alat yaitu sarana yang dapat membantu PBM atau menetapkan alat penilaian yang paling tepat untuk menilai sarana (anak didik) tersebut.

5. Evaluasi

Evaluasi adalah penilaian pada dasarnya adalah memberikan pertimangan atau nilai berdasarkan kreteria tertentu. Fungsi penilaian hasil belajar yang di lakukan dalm PBM adalah Untuk mengetahui tercapainya tujuan pengajaran, dalam hal ini adalah TIK, Untuk mengetahui keefektifan PBM yang telah dilakukan guru, dalam hal ini guru sangat di harapkan kompeten dalam mengajar.[10]

  1. Kegunaan Metode Pendidikan Agama Islam

Tentang fungsi metode secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksanaan operasional dari ilmu pendidikan tersebut. Sedangkan dalam konteks lain metode dapat merupakan sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu. Dari dua pendekatan ini segera dapat dilihat bahwa pada intinya metode berfungsi mengantarkan suatu tujuan kepada objek sasara dengan cara yang sesuai perkembangan objek tersebut.

Dalam al-Qur'an metode dikenal sebagai sarana yang menyampaikan seseorang kepada tujuan penciptaan-Nya sebagai khalifah di muka bumi dengan melaksanakan pendekatan dimana manusia ditempatkan sebagai makhluk yang memiliki potensi rohaniah dan jasmaniah yang keduanya dapat digunakan sebagai saluran penyampaian materi pelajaran. Karenanya terdapat suatu prinsip yang umum dalam memfungsikan metode, yaitu prinsip agar pengajaran dapat disampaikan dalam suasana menyenangkan, menggembirakan, penuh dorongan, dan motivasi, sehingga pelajaran atau materi didikan itu dapat dengan mudah diberikan. Banyaknya metode yang ditawarkan para ahli lebih merupakan usaha mempermudah atau mencari jalan paling sesuai dengan perkembangan jiwa si anak dalam menerima pelajaran.

Pada kenyataannya, metode merupakan sesuatu yang sangat penting dalalm terciptanya sebuah pendidikan yang ideal. Dengan metode-metode seorang pendidik akan bisa menyampaikan ilmunya kepada peserta didik. Tetapi jika pendidik tidak memiliki metode dalam penyampaian materi pendidikan, maka peserta didik akan kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan. Metode bisa dikatakan adalah sebagai jembatan yang menghubungkan pendidik dengan anak didik kepada tujuan pendidikan, yaitu terbentuknya kepribadian. Bila dikaitkan dengan Islam kepribadian ini lebih mengarah pada kepribadian muslim, yang mencerminkan nilai-nilai keislaman.

Dengan demikian, jelaslah bahwa metode sangat berfungsi dalam menyampaikan materi pendidikan. Karena dengan metode seorang pendidik akan lebih mudah dalam memberikan materi. Dan peserta didik akan mudah dalam memahami apa yang disampaikan oleh pendidik.

BAB III

KESIMPULAN

Dari sedikit uraian di atas dapat dismpulkan bahwa komponen-komponen pendidikan satu dengan yang lainnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, begitu juga dengan pendidikan agama islam. Metode Pendidikan Agama Islam adalah merupakan salah satu komponen penting dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan agama islam.

Untuk mencapai tujuan pendidikan baik pendidikan secara umum ataupun pendidikan agama Islam perlu mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi metode pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Ad-Damsyiqi, Al-Hanafi, Ibnu Hamzah Al-Husaini, Asbab al-Wurud, Jakarta: Kalam Mulia, 2003

Anwar, Qomari Pendidikan Sebagai Karakter Budaya Bangsa, Jakarta: Uhamka Press, 2003

Chalil, Moenawar, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW., Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1994

Dahlan al-Barri & M. Pius A. Partanto. Kamus Ilmiah Populer. (Surabaya : Arkola, 1994).

Gulen, M. Fethullah, Versi Teladan: Kehidupan Rasulullah Muhammad SAW. (Terj.), Jakarta: PT. Rosda Karya, 2002.

M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996

Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: PT. Logos Wacana Ilmu, 2001

Saliman & Sudarsono. Kamus Pendidikan, Pendidikan dan Umum (Jakarta: Rineka Cipta, 1994).

Zuhairimi, Sejarah pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1997



[1] Saliman & Sudarsono. Kamus Pendidikan, Pendidikan dan Umum (Jakarta: Rineka Cipta, 1994).

[2] Dahlan al-Barri & M. Pius A. Partanto. Kamus Ilmiah Populer. (Surabaya : Arkola, 1994).

[3] Alimanjogja.blogspot.com/

[4] Erwati Aziz. Prinsip-prinsip Pendidikan Islam . hal.79

[5] Nana Sudjana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Hal. 76

[6] E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional “menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan”. Hal. 107

[7] Nana Sudjana. Dasar-dasar…h.76

[8] Dr. Armai Arief, M.A, Pengantar Ilmu dan Metode Pendidikan Islam: Ciputat Pers, 2002, hlm. 89

[9] M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996, h. 61

[10] Zuhairimi, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: BUmi Aksara, 1997, h. 18

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar